Senin, 03 Desember 2018

Pertemuan 10 "TI Politala KTI 1 C"


BAB 8
DASAR SISTEM OPERASI DAN JENIS SISTEM OPERASI

 8.1   Pengertian Sistem Operasi
               Sistem operasi adalah software sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol, mengelola hardware, serta operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi.

 8.2   Bagian – Bagian Sistem Operasi
1.    Mekanisme boot : meletakkan kernel ke dalam memory
2.    Kernel : inti sebuah sistem operasi
3.    Command interpreter atau shell : bagian yang bertugas membaca input
  dan pengguna
4.    Pustaka (library) : menyediakan kumpulan fungsi dasar dan standar yang
  dapat dipanggil oleh aplikasi lain
5.    Driver : komponen untuk berinteraksi antara hardware eksternal
  sekaligus mengontrolnya

 8.3   Fungsi Sistem Operasi
1.    Mengelola sumber daya terkait dengan pengendalian perangkat lunak       sistem /aplikasi yang sedang dijalankan
2.    Mempersiapkan agar program aplikasi dapat berinteraksi dengan  perangkat keras secara konsisten dan stabil tanpa harus mengetahui      secara detil perangkat keras
3.    Melakukan pengelolaan proses mencakup penyiapan, penjadwalan, dan   pemantauan proses program yang sedang dijalankan
4.    Melakukan pengelolaan data pengendalian terhadap data masukan/           keluaran

 8.4   Jenis Sistem Operasi
1.    Keluarga Microsoft : windows 9x, windows NT, windows XP, windows
  vista
2.    Keluarga unix : SCO Unix, BSD, GNU/linux, MacOS/X, GNU/Hurd
3.    Keluarga Mac OS : MAC OS X 10.4
4.    Keluarga mainframe & supercomputer

          Berdasarkan jenis komputer yang dikendalikan dan bentuk aplikasi yang didukung, SO dibagi menjadi :
1.    RTOS (Real Time operating System)
à mengendalikan perangkat keras untuk tujuan spesifik
2.    Single user, single task
à memudahkan menangani pengoperasian komputer sehingga pengguna dapat menjalankan satu pekerjaan pada saat yang bersamaan
3.    Single user, multitasking
à Memungkinkan pengguna dapat menjalankan beberapa aplikasi terpisah secara bersamaan
4.      Multi-user
à memungkinkan lebih dari satu pengguna bersama-sama menggunakan sumber daya komputer secara simultan

Rabu, 24 Oktober 2018

TI Politala Matdis 1 C

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh...
Hello guys... 
Pada kesempatan kali ini saya akan sedikit mengulas materi Matematika Diskrit tentang "Fungsi".
Materi kali ini dapat kalian gunakan sebagai bahan referensi ataupun bahan literasi dalam belajar.
Ok deh, langsung aja kita bahas materinya.
Semoga bermanfaat yaa...

FUNGSI

A. Pengertian Fungsi

Fungsi adalah sebuah relasi binary dimana masing-masing anggota dalam himpunan A (domain) hanya mempunyai satu bayangan pada himpunan B (kodomain).
Notasi fungsi :
f : A →  B
dibaca f adalah fungsi dari A kedalam B atau f memetakan A kedalam B.
            Jika himpunan A = B, maka f : A →  A disebut operator atau transformasi pada A.
Contoh :
            Misalkan A = {Ms.Word, Word Pad, Ms.Excel, Lotus 123, Paint Shop Pro, Gimp}
                            B = {Pengolah kata, Pengolah data, Pengolah gambar}
            Misalkan f : A →  B

Himpunan A disebut ranah (domain) dari fungsi f.
Himpunan B disebut ko-ranah (kodomain) dari fungsi f.

               Pengolah kata adalah bayangan dari Ms.Word dan Word Pad, dinyatakan oleh :
f (Ms.Word) dan
f (Word Pad)
               Jangkauan (range) dari f adalah (Pengolah kata, pengolah data, dan pengolah gambar).

B. Macam-Macam Fungsi
     1. Fungsi Injektif (satu-satu)
          Sebuah fungsi f : A →  B dikatakan fungsi satu-satu jika dan hanya jika setiap elemen pada himpunan B (kodomain) mempunyai pasangan hanya satu saja, dan walupun ada yang kosong.
Contoh :
A : {Alat Tulis, Alat Dapur, Alat Kebun}
B : {Cangkul, Wajan, Pensil, Flashdisk}

2. Fungsi Surjektif (Pada)
              Sebuah fungsi f : A →  B dikatakan fungsi pada, jika dan hanya jika setiap elemen himpunan B harus muncul sebagai bayangan sekurang-kurangnya satu elemen dari himpunan A dan boleh lebih dari satu bayangan.
     Contoh :
     A : Himpunan Software Aplikasi
     B : Himpunan Sistem Operasi

     3. Fungsi Bijektif (Satu-Satu Pada / Korespondensi Satu-Satu)

          Suatu fungsi f : A →  B dikatakan fungsi konstan jika dan hanya jika semua elemen himpunan B mempunyai pasangan dan hanya boleh 1 pasang dari seluruh elemen himpunan A.
Contoh :
A : {Sayuran, Buah-buahan, Hewan-hewan}
B : {Ayam, Kangkung, Mangga}

     4. Fungsi Invers
          Fungsi invers f -1 : B → A adalah sebuah fungsi dimana untuk setiap b ∊  B mempunyai bayangan tunggal dalam himpunan A. Dengan demikian hanya fungsi satu-satu yang memiliki fungsi invers.
          Contoh :
          f : A → B bukan fungsi satu-satu, sehingga tidak memiliki fungsi invers f -1 .

                                   
          f : A →  B adalah fungsi satu-satu, sehingga memiliki fungsi invers f -1 : B →  A.
               
5. Komposisi Fungsi
Komposisi dari fungsi f dan g dinyatakan oleh (gof).
          Jika f : A →  B dan g : B →  C, maka :

          (gof) : A →  C
          (gof) (a) : g (f (a))     

          Contoh :
          Diberikan fungsi f(x) = x -1 dan g(x) = x2 + 1. Tentukan fog dan gof.
          Penyelesaian :
(i)                 (fog)(x) = f(g(x)) = f(x2+1) = x2+1 – 1 = x2
(ii)               (gof)(x) = g(f(x)) = g(x – 1) = (x – 1)2 + 1 = x2 + 2.






DAFTAR PUSTAKA 



Drs. Jong Jiak Siang, M. (2006). Matematika Diskrit dan Aplikasinya pada Ilmu Komputer. Yogyakarta: C.V ANDI OFFSET.

Wibisono, S. (2008). MATEMATIKA DISKRIT. Yogyakarta: GRAHA ILMU.


Minggu, 07 Oktober 2018

"Operasi Perulangan"

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh...

C++ adalah bahasa pemrograman komputer yang di buat oleh Bjarne Stroustrup, yang merupakan perkembangan dari bahasa C dikembangkan di Bong Labs (Dennis Ritchie) pada awal tahun 1970-an, Bahasa itu diturunkan dari bahasa sebelumnya, yaitu B.

Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi ilmu tentang "Operasi Perulangan" dalam kasus sehari hari menggunakan bahasa C++.

1.    Pengertian Operasi Perulangan
      Dalam suatu kasus banyak terdapat data yang sangat banyak dan hampir sama bentuknya. Dalam        hal ini diperlukan kode baru yang bertujuan agar memudahkan kita dalam kasus itu karena tidak          perlu banyak menuliskan program yang sama.

2.    Bentuk Umum Struktur Penulisan
a.    Perulangan menggunakan "for"
      for ( inisialisasi; syarat pengulangan; pengubah nilai pencacah )
     {
        pernyataan / perintah;
        pernyataan / perintah;
        pernyataan / perintah;
 }

b. Perulangan menggunakan "goto"
     ulang:
cout<<"Menu Yang Ada Dirumah Makan Cucu :\n";
cout<<"A.Hemat 1\n";
cout<<"B.Hemat 2\n\n";
cout<<"Masukkan Pilihan Layanan [A/B] : ";      cin>>kode1;
switch (kode1)
{
   case 'A':
   case 'a':
        cout<<"Paket Hemat 1 Harus Dipesan Minimal 3 Orang\n";
        cout<<"Makanan Yang Disediakan Adalah : Nasi, Dada Ayam, dan Es Teh\n";
        cout<<"Masukkan Banyak Pemesan : ";         cin>>A;
        if (A>=3)
        {
            Nama= "Nasi, Dada Ayam, dan Es Teh";
            Harga=20000*A;
            cout<<"Harganya Adalah Rp."<<Harga<<",-\n";
         }
         else if (A<3)         
         {
            cout<<"Anda Tidak Dapat Memilih Paket Ini, Silahkan Ulangi Pilihan Anda\n\n";
                goto ulang;


         }

3.    Listing Program   


4. Hasil Running  


Sumber :

Frieyadie, S. (2007). Borland C++. Jakarta: DIKTAT KULIAH PEMROGRAMAN KOMPUTER.

http://elektro.um.ac.id/wp-content/uploads/2016/04/Dasar-Pemrograman-Modul-1-Pengenalan-Pemrograman.pdf

"Operasi Penyeleksian Kondisi"

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh...

C++ adalah bahasa pemrograman komputer yang di buat oleh Bjarne Stroustrup, yang merupakan perkembangan dari bahasa C dikembangkan di Bong Labs (Dennis Ritchie) pada awal tahun 1970-an, Bahasa itu diturunkan dari bahasa sebelumnya, yaitu B.

Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi ilmu tentang "Operasi Penyeleksian Kondisi" dalam kasus sehari hari menggunakan bahasa C++.

1.    Pengertian Operasi Penyeleksian Kondisi
     Adalah Pernyataan Percabangan digunakan untuk memecahkan persoalan untuk mengambil suatu       keputusan diantara sekian pernyataan yang ada.

2.    Bentuk Umum Struktur Penulisan
a.    Penyeleksian Kondisi menggunakan "if else"
if (syarat)
{
… perintah;
… perintah;
}
else if (syarat)
{
… perintah;
… perintah;
}
else
{
… perintah;
… perintah;
}

b. Penyeleksian kondisi menggunakan "switch case"
switch (ekspresi integer atau karakter )
{
case konstanta-1 :
… perintah;
… perintah;
break;
case konstanta-2 :
… perintah;
… perintah;
break;
……
……
default :
… perintah;
… perintah;
}
3.    Listing Program
     a. Listing Program Menggunakan "if else"

     b. Listing Program Menggunakan "switch case"


4. Hasil Running
    a. Hasil Running "if else"

    b. Hasil Running "switch case"

Sumber :

Frieyadie, S. (2007). Borland C++. Jakarta: DIKTAT KULIAH PEMROGRAMAN KOMPUTER.

http://elektro.um.ac.id/wp-content/uploads/2016/04/Dasar-Pemrograman-Modul-1-Pengenalan-Pemrograman.pdf

Senin, 17 September 2018

"INPUT, OUTPUT, VARIABEL, TIPE DATA, OPERATOR, DAN OPERAND"

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh...

     Sebagai mahasiswa tentunya tidak terlepas dari yang namanya "TUGAS",seperti halnya yang dialami saya baru-baru ini sebagai mahasiswa baru dijurusan Teknik Informatika.
     Banyak diantara teman-teman saya yang tidak tahan dengan banyaknya tugas yang diberikan dosen-dosen pengampu sehingga banyak yang pindah jurusan atau bahkan mereka memutuskan untuk keluar dan tidak kuliah lagi. Tapi itulah kehidupan yang mau tidak mau harus kita jalani.
     Ok, disini saya mau berbagi ilmu dari hasil tugas saya yang bisa kalian gunakan untuk referensi atau bisa juga untuk bahan literasi. Berikut ini adalah link materi mengenai Input, Output, Operator, dan Operand. Semoga Bermanfaat Yaa...

"TI POLITALA SISTEM OPERASI 2 B"

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1      Definisi Sistem Operasi Secara fisik komputer yang kita gunakan tidaklah terdiri dari satu komponen sa...